| 12 October 2026
Sarinah Kurasi Lebih dari 30 Brand Lokal untuk InJourney UMKM Expo di MotoGP Mandalika 2026, Karya Perajin Lombok Jadi Sorotan

Hadir di ajang yang mencetak rekor 157.875 penonton, Sarinah menampilkan wastra, fashion, kriya, hingga produk wellness karya brand lokal binaan InJourney Group dari berbagai daerah di hadapan publik internasional



PT Sarinah (Persero) mengkurasi lebih dari 30 brand lokal binaan InJourney Group untuk mengisi area InJourney UMKM Expo dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika, yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat. Lewat kurasi ini, Sarinah menjadikan salah satu ajang balap motor paling bergengsi di dunia sebagai etalase produk Indonesia sekaligus membuka akses pasar bagi brand lokal di hadapan penonton domestik dan mancanegara.

MotoGP Mandalika 2026 mencatatkan rekor jumlah penonton tertinggi sejak pertama kali digelar pada 2022, yakni 157.875 orang selama tiga hari penyelenggaraan. Angka ini melampaui target 145 ribu penonton dan naik sekitar 12,5 persen dari 140.324 penonton pada tahun lalu. Puncak kunjungan terjadi pada hari balapan utama, Minggu (11/10), dengan 65.069 penonton. Tahun ini, sebanyak 76 pembalap dari 23 negara turun di lintasan Mandalika. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pun optimistis perputaran ekonomi dari ajang ini akan melampaui target Rp5 triliun.

Brand Lombok Tampil di Rumah Sendiri

Lombok mendapat porsi istimewa dalam kurasi ini. Sarinah ingin perhelatan berskala internasional di Mandalika turut menjadi ruang bagi pelaku usaha setempat untuk tampil dan tumbuh. Dari 34 brand yang dikurasi, 6 di antaranya berasal dari Lombok. Salah satunya Riles Lestary dari Mataram, yang bersama para perajin perempuan mengolah tenun Sasak menjadi busana modern berpewarna alami dan meraih Juara 2 IKM Champion Bangga Buatan Indonesia (BBI) NTB pada 2024. Ada pula Dharma Setya dari Desa Puyung, Lombok Tengah, yang menghadirkan songket serta motif Serat Penginang dan Wayang hasil tenun tradisional perajin setempat, serta Purnama Shop yang memproduksi dekorasi rumah dan tas anyaman rotan dan ketak buatan tangan perajin komunitas Juring untuk pasar domestik maupun internasional.

Dari kategori food & snack, Epoh Roasters menghadirkan kopi dari petani di lereng Gunung Rinjani, tepatnya Sembalun dan Sajang, yang disangrai sendiri, sementara Cocosam menawarkan minyak kelapa murni dari kelapa Lombok yang diproses dengan metode cold-press. Kurasi ini juga menampilkan Monkey Cave, destinasi ekowisata di Desa Prabu, Pujut, kawasan Mandalika, yang dikelola untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memberdayakan warga sekitar. 

Kurasi Lintas Daerah, Berpihak pada Perajin dan Lingkungan

Selain dari Lombok, kurasi Sarinah menghadirkan brand dari Lampung, Jawa, dan Bali hingga Kalimantan Selatan, mencakup food & snacks, wastra dan fashion, kriya, hingga produk wellness. Sejumlah brand di antaranya bahkan telah menembus pasar ekspor.

Kurasi ini juga menimbang dampak sosial di balik setiap produk. Banyak brand digerakkan oleh perempuan perajin, melibatkan penyandang disabilitas, serta menerapkan prinsip keberlanjutan, mulai dari penggunaan pewarna alami hingga pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual. Pendekatan ini sejalan dengan misi Sarinah untuk memberdayakan brand lokal berbasis budaya dan mendorong ekonomi inklusif bagi perempuan, masyarakat adat, dan perajin daerah, sebuah misi yang semakin berdampak ketika dijalankan di tengah ekosistem pariwisata yang terus tumbuh seperti The Mandalika.

Bagian dari Ekosistem Pariwisata InJourney Group

Kehadiran Sarinah di MotoGP Mandalika merupakan bagian dari kolaborasi InJourney Group dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang utuh bagi pengunjung. Melalui ITDC, InJourney mengelola kawasan The Mandalika beserta sirkuitnya, sementara Sarinah melengkapinya dengan kurasi produk lokal yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Dengan begitu, perputaran ekonomi dari MotoGP tidak hanya dirasakan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga mengalir hingga ke perajin dan brand lokal. Kolaborasi ini sudah terjalin sejak peluncuran resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dan pembukaan penjualan tiketnya di Sarinah, Jakarta, pada 18 Juni 2026.

Ke depan, Sarinah akan terus membawa karya Indonesia ke berbagai perhelatan berskala nasional maupun internasional, sejalan dengan misinya memperluas kehadiran budaya Indonesia di kancah global.

Back To Other Article